Ternyata Yoshinoya Jepang Lakukan Diskriminasi Kepada Orang Asing, Staf di PHK

Posted on

Bumbu Yoshinoya dijual di berbagai supermarket di Jepang

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Rantai beef bowl besar Jepang Yoshinoya ternyata melakukan diskriminasi terhadap warga asing di Jepang.

Stafnya akhirnya di PHK, jadi bahan pembicaraan banyak orang saat ini.

Yoshinoya Holdings, telah mengungkapkan bahwa pihaknya telah menolak seorang mahasiswa dengan nama asing menghadiri sesi pengarahan bagi mahasiswa yang berencana menghadiri sesi pengarahan perekrutan untuk anak perusahaannya karena dinilai sebagai warga negara asing.

Perusahaan akhirnya meminta maaf atas “penjelasan dan konfirmasi yang tidak memadai.”

Menurut Yoshinoya Holdings, perekrut menilai bahwa mahasiswa yang telah memesan untuk ikut partisipasi dalam sesi pengarahan di Internet melalui sesi pengarahan perekrutan anak perusahaan Yoshinoya.

Dari nama asing bertuliskan katakana Yoshinoya menganggap calon peserta warga negara asing berdasarkan informasi seperti universitas dan tempat tinggal. Kemudian mengirim email penolakan partisipasi calon tersebut.

Padahal anak tersebut menurut berbagai sumber lahir dan dibesarkan di Jepang, sudah seperti orang Jepang lainnya. Hanya namanya saja dalam katakana (bagi warga asing dituliskan karakter katakana).

Menurut perusahaan, email tersebut menyatakan, “Sangat sulit untuk mendapatkan visa kerja, dan bahkan jika Anda mendapatkan tawaran pekerjaan, Anda mungkin tidak dapat bergabung dengan perusahaan,” dan secara sepihak membatalkan reservasi untuk pengarahan perekrutan.

Mengenai alasan penolakan, pihak perusahaan mengatakan bahwa ketika dia memberikan tawaran pekerjaan kepada seorang siswa asing di masa lalu, Perusahaan tidak bisa mendapatkan visa kerja dan harus membatalkan tawaran pekerjaan itu.

Itulah sebabnya langkah yang sama telah diambil untuk siswa yang dianggap sebagai warga negara asing mulai sekitar Januari 2021.

Yoshinoya Holdings meminta maaf, dengan mengatakan, “Ada kekurangan penjelasan dan konfirmasi kepada siswa. Saya sangat menyesal bagi siswa yang mendaftar untuk sesi informasi.”

Kasus lain, pada bulan April, petugas Yoshinoya dipecat karena meremehkan perempuan, dan ada serangkaian kasus yang tidak pantas mengenai kebangsaan dan gender di dalam Perusahaan Yoshinoya, tulis berita NHK hari ini (7/5/2022).

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif . Tak lupa cash in back Rp.10 juta bagi murid Pandan College. Info lengkap silakan email: [email protected] dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.