Inspiratif, Dua Mahasiswa FK Unika Atma Jaya Ini Gemar Meneliti Hingga Tembus Konferensi Internasional

Posted on

Jakarta: Tim dari Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya Jakarta sukses menorehkan raihan sejumlah prestasi gemilang lewat berbagai penelitian dan kemenangan lomba pada bidang kesehatan. Tak tanggung-tanggung, mereka sudah meraih lebih dari 20 penghargaan baik nasional hingga internasional.

Kemudian, publikasi lebih dari 10 jurnal yang terakreditasi nasional dan internasional, serta kesempatan mempresentasikan hasil penelitian di berbagai konferensi skala mancanegara. Tim tersebut terdiri dari satu mahasiswa koasisten kedokteran dan dokter internship.

Mereka adalah Maureen Miracle Stella dan Kevin Tandarto. Kevin lahir pada 9 Oktober 1997 di Jakarta dan menempuh fakultas kedokteran selama 6,5 tahun di FK Unika Atma Jaya. Sedangkan, Maureen lahir pada 13 April 1998 dan saat ini sedang menempuh pendidikan kepaniteraan klinik di FK Unika Atma Jaya.

Maureen juga tercatat sebagai finalis dari Mahasiswa Berprestasi Universitas Atma Jaya. Keduanya giat meneliti dan mengikuti lomba ilmiah penelitian pada bidang kesehatan.

Hal ini tak lepas dari motivasi keduanya yang tidak ingin sekadar menjadi dokter klinisi saja. Melainkan, memiliki skill untuk penelitian. Penelitian tersebut sudah mulai dilakukan sejak menjadi mahasiswa preklinik kedokteran.

“Semua dilakukan sejak preklinik hingga kepaniteraan klinik. Kami menjadi perwakilan universitas di lomba dan konferensi nasional maupun internasional,” kata Maureen dikutip dari laman Mediaindonesia.com, Juamat, 29 April 2022.

Kevin dan Maureen mengikuti berbagai lomba penelitian serta olimpiade berbasis ilmu kedokteran dan kesehatan. Tidak hanya di berbagai kota di Indonesia, namun hingga beberapa negara, seperti Korea Selatan, Malaysia, Australia, dan Thailand.

Mereka melakukannya karena memiliki semangat tinggi terhadap penelitian dan berkompetisi. Berkat kemauan itu pula, selama kurun waktu 2017 hingga 2022, tak kurang dari 20 penghargaan skala nasional dan internasional didapatkan.

Semua bermula dari kemenangan keduanya dalam kompetisi poster kesehatan dengan tema Penyakit Endokrin dan Metabolik tingkat nasional pada 2017 di Sulawesi Tenggara. Selanjutnya, penghargaan demi penghargaan sukses diraih.

“Yang cukup berkesan adalah adalah Hasanuddin Scientific Fair 2021 dengan tema Dermatovenereology Diseases. Pada kompetisi ini tim kami berhasil memenangkan 3 cabang lomba, yaitu research paper congress, literature review, dan scientific essay,” beber Maureen.

Maureen menyebut kompetisi Ikatan Reumatologi Indonesia dalam rangka World Lupus Day 2021 juga sangat menyenangkan. “Karena kompetisi ini memiliki sistem lomba untuk menjawab cepat dan tepat,” tutur Maureen.

Kevin dan Maureen menyebut penelitian sangat penting karena dapat menghadirkan inovasi dan ilmu pengetahuan baru. Khususnya, dalam bidang kedokteran.

“Selain itu, dengan melakukan hal ini, diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan jiwa kompetisi pada mahasiswa di Indonesia,” ujar Maureen.

Keduanya juga berbagi hal penting sekaligus memberi tips agar generasi berikutnya dapat menjadi penerus yang dapat membanggakan nama Indonesia. Bagi mereka, terpenting adalah tiga hal, yakni motivasi, konsistensi, dan kolaborasi, terlebih bila bekerja dalam satu tim.

Keduanya selalu mempunyai prinsip To heal, is to teach. Meski sibuk dengan kegiatan perkuliahan dan kepaniteraan, tidak menjadi halangan tetap aktif berkompetisi dan meneliti.

“Dengan time management yang baik, hal ini dapat tercapai,” ucap keduanya.

Baca: Bioteknologi Unika Atma Jaya Raih Pengakuan ASEAN

Leave a Reply

Your email address will not be published.