India Semakin Tegang! Tak Terima Rumah Warga Muslim Diruntuhkan Semena-mena, Umat Islam Turun Gelar Aksi Protes Besar

Posted on
Pembongkaran rumah warga Muslim di India.

Aksi unjuk rasa meletus di sejumlah kota di India setelah insiden pembongkaran rumah dan toko milik kelompok warga Muslim. Kritikus menyebut aksi pembongkaran itu sebagai “keadilan buldoser” sebagai upaya menghukum para aktivis dari kelompok minoritas.

Sebelumnya, umat Islam India melakukan aksi protes atas pernyataan dua juru bicara partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP) yang menghina Islam dan Nabi Muhammad. Partai pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi itu lantas salah satu dari mereka dan memecat yang lain. BJP juga mengeluarkan pernyataan langka yang mengatakan pihaknya sangat mencela penghinaan terhadap kepribadian agama mana pun.

Pihak berwenang di negara bagian Uttar Pradesh, India, dilaporkan menggusur beberapa rumah milik warga Muslim yang diduga terlibat bentrok ketika memprotes penghinaan Nabi Muhammad pada pekan lalu.

Kantor berita AFP menuturkan rumah milik orang yang diduga dalang dari bentrok tersebut dihancurkan di bawah pengawasan polisi pada Minggu (12/6). Tak hanya itu, bangunan milik dua orang yang dituduh melemparkan batu setelah salat Jumat juga dihancurkan.

penasihat media Adityanath, Mrityunjay Kumar, bahkan sempat merilis foto sebuah buldoser yang sedang menghancurkan bangunan.

“Ingatlah elemen-elemen yang tidak dapat diatur, setelah Jumat adalah Sabtu,” tulis Kumar melalui akun Twitter pribadinya.

Sementara, langkah penggusuran rumah umat Muslim itu dinilai pihak oposisi sebagai usaha menekan protestan dengan cara yang tak sesuai konstitusi. Perdana Menteri India Narendra Modi juga masih belum memberikan komentar terkait bentrokan itu.

“Kalau pembangunannya ilegal, kenapa tidak ada tindakan lebih awal? Mengapa pemerintah menunggu sampai kerusuhan terjadi?” tanya Shaukat Ali dari partai politik All India Majlis-e-Ittehadul Muslimeen.

Sedangkan, para pejabat mengklaim pembongkaran hanya menargetkan bangunan ilegal, tetapi kelompok hak asasi manusia dan kritikus menyebut itu sebagai upaya melecehkan dan meminggirkan Muslim, menunjuk pada gelombang polarisasi agama yang meningkat di bawah pemerintahan Modi.

“Itu adalah ancaman bahwa jika Anda bersuara menentang pemerintah atau BJP, rumah Anda akan dihancurkan,” kata Lenin Raghuvandhi dari Komite Kewaspadaan Rakyat untuk Hak Asasi Manusia.

Pada pekan sebelumnya, lebih dari 400 warga Muslim juga dilaporkan ditangkap sejak Jumat (10/6) di berbagai negara bagian India setelah melakukan protes penghinaan terhadap Nabi Muhammad. Demonstrasi pada Jumat, diadakan di Delhi, Uttar Pradesh, Jharkhand, Karnataka, Benggala Barat, Telangana, Madhya Pradesh, Gujarat, Bihar, dan Hyderabad.

Leave a Reply

Your email address will not be published.